Sejarah Tempat Wisata Lombok Pura Lingsar

Pulau Lombok memiliki tempat wisata yang mengandung nilai sejarah, salah satunya Pura Lingsar. Pura Lingsar merupakan sejarah tempat wisata Lombok yang harus dikunjungi ketika mengeksplorasi Pulau Lombok.

pura lingsar lombok

pura lingsar lombok

Tidak akan ada habisnya jika membahas mengenai tempat wisata yang ada di Pulau Lombok. Pulau Lombok yang sudah menjadi salah satu destinasi wisata favorit wisatawan domestik dan mancanegara menyimpan tempat wisata yang beragam. Tempat wisata yang ada di Pulau Lombok meliputi tempat wisata alam seperti pantai-pantai dengan laut biru nan jernih dan pasir putih yang cantik seperti Pantai Senggigi. Ada juga gunung dan bukit yang indah seperti Gunung Rinjani dan Bukit Malimbu. Tidak boleh terlewatkan pula tempat wisata yang mengandung nilai sejarah di Pulau Lombok seperti Pura Lingsar. Sejarah tempat wisata Lombok Pura Lingsar yang unik membuat banyak wisatawan yang berkunjung ke pura ini. Lokasi sejarah tempat wisata Lombok Pura Lingsar berada di Desa Lingsar. Pura Lingsar termasuk pura terbesar yang ada di Pulau Lombok. Pura Lingsar adalah simbol dari kepercayaan penduduk lokal Desa Lingsar dan sampai saat ini masih digunakan untuk ritual keagamaan penduduk di Desa Lingsar. Pura Lingsar sudah berdiri di Pulau Lombok, tepatnya daerah Lombok Barat sejak tahun 1741. Pura Lingsar ini dibangun oleh raja yang masih memiliki hubungan darah yang begitu erat dengan keluarga Ketut di Kerajaan Karangasem yang ada di Pulau Bali. Sehingga, Pura Lingsar merupakan perpaduan antara nilai-nilai ajaran Hindu dengan ajaran Islam Wete Telu. Karena Pura Lingsar berasal dari perpaduan dua agama yang berbeda maka Pura Lingsar terbagi menjadi dua bagian. Bagian yang pertama dari Pura Lingsar berada di sebelah selatan yang merupakan Pura Wete Telu. Sedangkan, bagian yang kedua dari Pura Lingsar berada di sebehar utara yang dinamakan Pura Hindu Gaduh. Sebagai pura terluas di Pulau Lombok, Pura Lingsar sangatlah luas. Secara keseluruhan luas dari Pura Lingsar mencapai 26 hektar. Di atas tanah seluas 26 hektar ini, Pura Lingsar menyimpan harmoni yang indah antara ajaran Hindu dan Islam. Tidak heran jika tidak ada gencatan senjata yang terjadi antara dua pemeluk agama di Pura Lingsar. Alhasil, Pura Lingsar masih terawat keutuhan dan kebersihannya. Sejarah tempat wisata Lombok Pulau Lingsar masih digunakan untuk termpat beribadah oleh pemeluk kedua agama tersebut. Selain itu, setiap setahun sekali selalu ada ritual yang diadakan di Pura Lingsar. Ritual tahunan yang diadakan di sejarah tempat wisata Lombok Pura Lingsar menjadi daya tarik tersendiri bagi wisatawan yang berasal dari dalam negeri dan juga luar negeri. Ada aturan khusus yang diperuntukkan kepada para pengunjung Pura Lingsar yang mana seluruh pengunjung Pura Lingsar harus memakai selendang berwarna kuning di pinggang. Selendang kuning ini merupakan lambang penghormatan kepada Pura Lingsar yang keutuhannya masih terjaga sejak pertama kali didirikan ratusan tahun yang lalu. Pura Lingsar yang sudah menjadi sejarah tempat wisata Lombok akan membawa para pengunjung merasakan suasana yang tenang sekaligus religius. Di kawasan Pura Lingsar terdapat sebuah telaga yang konon dibuat oleh Dewa Wisnu. Kolam tersebut disebut dengan nama Telaga Ageng dan memiliku luas lebih dari 6.000 meter persegi. Di dalam Telaga Ageng terdapat banyak ikan yang sangatlah unik. Ikan tersebut tidak akan tampak di permukaan Telaga Ageng jika tidak dipanggil. Cara untuk memanggil ikan-ikan yang hidup di Telaga Ageng adalah dengan melemparkan telur ayam yang sudah matang ke dalam kolam. Tidak heran di sekilar Pura Lingsar banyak penduduk lokal yang menjual telur ayam matang.